Telah umum di mata masyarakat Islam di dunia bahwa kita umat Islam diwajibkan untuk mencintai, mentaati, dan mengikuti Ahlul Bayt Rasulullah saww. Dalam AlQur’an juga telah banyak dibahas tentang keutamaan dan keistimewaan Ahlul Bayt Rasulullah saww, Allah SWT berfirman :
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِب عَنكمُ الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْتِ وَ يُطهِّرَكمْ تَطهِيراً
artinya : “Sungguh tiada lain Allah berkehendak menjaga kamu dari dosa-dosa hai Ahlul bait dan mensucikan kamu dengan sesuci-sucinya.” (Al-Ahzab/33: 33)
Ayat diatas (Thathhir) menjelaskan bahwa Allah hendak mensucikan Ahlul Bayt Rasulullah saww,dalam ayat tersebut terdapat kata Al Rijs yang artinya kotoran, dan terdapat kata sesuci-sucinya, yang dimana kata pengulangan tersebut berarti penegasan, kata penegasan seperti ini hanya terdapat pada ayat ini. Maka jelas bahwa Allah SWT telah berkehendak untuk mensucikan Ahlul Bayt dari dosa-dosa (ma’sum) dan telah jelas pula keutamaan Ahlul Bayt Rasulullah saww bagi kita umat muslim.
Siapakah Ahlul Bayt?
Dalam konteks ini terdapat perbedaan pendapat antara para ulama-ulama di dunia. Perlu dijelaskan bahwa ayat thathhir diatas (QS Al-Ahzab 33) berada diantara ayat-ayat yang berkenaan dengan istri-istri Rasulullah saww, dan alasan inilah yang digunakan oleh sebagian ulama untuk mengartikan Ahlul Bayt sebagai istri-istri Rasulullah saww, namun kalimat yang terdapat pada ayat thatthir (QS Al-Ahzab 33) berbeda dengan kalimat yang terdapat pada ayat-ayat sebelum maupun sesudahnya, karena dapat dilihat dengan jelas bahwa kata ganti yang terdapat pada ayat sebelum dan sesudahnya menggunakan kata ganti perempuan yang tertuju pada istri-istri nabi saww, sedangkan ayat diatas menggunakan kata ganti laki-laki yang dimana berarti pergantian objek yang dituju. Dalam bahasa arab, apabila terdapat sekelompok perempuan maka digunakan kata ganti perempuan, dan ketika terdapat laki-laki didalamnya digunakan kata ganti laki-laki untuk merujuk kepadanya. Untuk menjelaskan lebih lanjut terdapat hadis-hadis shahih yang menyangkut tentang Ahlul Bayt, seperti berikut :
- Al-Hakim telah meriwayatkan di dalam kitabnya al-Mustadrak ‘ala ash-Shahihain fi al-Hadis “Dari Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib yang berkata, ‘Ketika Rasulullah saw memandang ke arah rahmat yang turun, Rasulullah saw berkata, ‘Panggilkan untukku, panggilkan untukku.’ Shafiyyah bertanya, ‘Siapa, ya Rasulullah?!’ Rasulullah menjawab, ‘Ahlul Baitku, yaitu Ali, Fatimah, Hasan dan Husain.’ Maka mereka pun dihadirkan ke hadapan Rasulullah, lalu Rasulullah saw meletakkan pakaiannya ke atas mereka, kemudian Rasulullah saw mengangkat kedua tangannya dan berkata, ‘Ya Allah, mereka inilah keluargaku (maka sampaikanlah salawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad).’ Lalu Allah SWT menurunkan ayat ‘Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya. ‘”
- Muslim meriwayatkan hadis ini di dalam kitab sahihnya dari Aisyah yang berkata, “Rasulullah saw pergi ke luar rumah pagi-pagi sekali dengan mengenakan pakaian (yang tidak dijahit dan) bergambar. Lalu Hasan bin Ali datang, dan Rasulullah saw memasukkannya ke dalam pakaiannya; lalu Husain datang, dan Rasulullah saw memasukkannya ke dalam pakaiannya; lalu datang Fatimah, dan Rasulullah saw pun memasukkannya ke dalam pakaiannya; berikutnya Ali juga datang, dan Rasulullah saw memasukkannya ke dalam pakaiannya; kemudian Rasulullah saw berkata, “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan mensucikan kamu sesuci-sucinya.”
Hadis-hadis tersebut diatas adalah hadis yang shahih dan mutawatir, para ulama-ulama besar membenarkan hadis-hadis yang menjelaskan bahwa Ali as,Fathimah as, Hasan as, dan Husein as adalah Ahlulbayt dari Rasulullah saww. Perlu dijelaskan pula disini bahwa Rasulullah saww tidak menyebutkan bahwa “inilah sebagian dari AhlulBayt-ku” melainkan “inilah AhlulBayt-ku” sebab hanya merekalah (red: Ali,Fathimah,Hasan,Husein) AhlulBayt Rasulullah saww, dan apabila istri-istri nabi saww termasuk didalamnya maka nabi saww akan memanggil pula Shafiyyah, Aisyah, atau Ummu salamah untuk ikut serta masuk kedalam mantel tersebut, akan tetapi Rasulullah saww tidak melakukannya. Perlu diketahui, hadis-hadis tersebut bisa jadi terjadi lebih dari sekali karena dilihat dari hadis tersebut menceritakan di tempat-tempat yang berbeda, hal ini menunjukan bahwa Rasulullah saww ingin menegaskan kepada istri-istrinya bahwa AhlulBayt beliau adalah Ali, Fathimah, Hasan, Husein.
Kecintaan kepada AhlulBayt
Dari Ibnu abbas, dan di kutip oleh as-Suyuthi dalam pasal: “Ikyaul-Mayyit”. dan an-Nabhani dalam Arba’innya “dan telah bersabda Rasulullah saw : “Sekiranya seseorang merapatkan kedua kakinya diantara rukun (sebuah sudut di ka’bah) dan maqam (tempat nabi ibramih sholat d depan ka’bah), lalu ia sholat dan puasa, sedangkan ia adalah pembenci keluarga muhammad, pasti ia masuk neraka!.” “
Syafi’i berkata di dalam syairnya,
“Wahai Ahlul Bait Rasulullah, kecintaan kepadamu
merupakan kewajiban dari Allah di dalam
Al-Qur’an yang telah diturunkan-Nya.
Cukup menjadi bukti bagi keagungan kedudukanmu
bahwa barangsiapa yang tidak membaca salawat kepadamu
maka tidak ada salat baginya.”
“Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh. Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat, dan yang meninggalkannya akan tenggelam.”(H.R. Thabrani)
“Umatku yang pertama kali aku beri pertolongan (Syafa’at) kelak di hari Kiamat, adalah yang mencintai Ahli bait-ku.”(H.R. al-Dailami)
“Didiklah anak-anak kalian atas tiga hal. Mencintai Nabi kalian. Mencintai Ahli bait-ku. Membaca al-Qur’an.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardaweih, dan at-Thabrani dalam kitab tafsir-nya)
Dari riwayat-riwayat hadis diatas telah jelas bahwa kita sebagai umat Islam hendaknya mencintai AhlulBayt Rasulullah saww, karena AhlulBayt adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT, tidak sedikit ayat-ayat AlQur’an yang membahas tentang keistimewaan dan keutamaan mereka. Semoga kita semua termasuk dalam orang-orang yang mencintai Muhammad saww dan Keluarganya (semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepada mereka) Amiin Ya Robbal Alamin..!!
